Kemajuan teknologi informasi yang pesat ikut membawa angin segar di dunia pendidikan, berupa teknologi multimedia. Kini ruang kelas tidak lagi memajang whiteboard – apalagi blackboard – tapi diisi perangkat-perangkat berbasis teknologi untuk kebutuhan presentasi layaknya di kantor-kantor, seperti proyektor, interactive whiteboard, layar LCD, dan notebook/PC.

Sebelum menentukan jenis proyektor yang akan dipilih, sebaiknya Anda menjawab terlebih dahulu pertanyaan-pertanyaan di bawah ini.
Karakteristik proyektor
Masing-masing teknologi proyektor memiliki kelebihan dan kekurangannya. Namun, secara umum, kualitas gambar yang diproyeksikan, apapun teknologinya, sangat tergantung pada karakteristik resolusi, kecerahan, warna dan contrast ratio-nya .
1. Resolusi. Resolusi adalah jumlah pixel yang dapat dihasilkan, yang diekspresikan sebagai resolusi pixel horizontal dan vertikal. Resolusi “sesungguhnya” dari sebuah proyektor adalah jumlah pixel maksimum yang dapat diproyeksikannya. Semakin tinggi tingkat resolusinya, semakin tinggi detil gambar yang dapat ditampilkannya. Berbicara mengenai tren resolusi proyektor, sebagian besar kini mulai beralih ke resolusi XGA (1024×768).
2. Kecerahan. Tingkat kecerahan (brightness) adalah ukuran luminansi (atau cahaya yang diterima) yang biasanya diukur dalam satuan ANSI (American National Standard Institute) lumens. Semua proyektor menggunakan sebuah lampu untuk menciptakan cahaya proyeksi. Keefisienan desain proyektor sangat menentukan seberapa besar brightness loss secara internal.
Sebuah proyektor berlumens tinggi umumnya berharga lebih tinggi dibandingkan yang berlumens rendah. Ukuran lumens ini juga sangat tergantung pada kebutuhan, misalnya. tingkat kecerahan cahaya di dalam suatu ruang
3. Warna. Warna adalah ukuran dari corak dan saturasi cahaya. Sebuah proyektor yang baik harus mampu mereproduksi secara akurat warna-warna yang dikirim dari sumber. Sebuah proyektor mencampurkan warna-warna merah, hijau dan biru (atau cyan, magenta, kuning, dan hitam dalam kasus skema warna CMYK) untuk mereproduksi warna-warna lainnya.
4. Contrast Ratio. Contrast ratio adalah ukuran perbandingan antara warna hitam dan putih. Tingkat contrast ratio yang tinggi merupakan indikasi mengenai seberapa baik suatu gambar bisa tampil baik di layar proyeksi, khususnya dalam hal kehalusan detil warna. Biasanya diukur dengan dua metoda, Full On/Off dan ANSI. Jadi, bila Anda hendak membandingkan contrast ratio dua buah proyektor, pastikan keduanya menggunakan metoda yang sama. Umumnya, metoda Full On/Off memberikan nilai contrast ratio yang lebih tinggi dibandingkan ANSI.
Sesuai kebutuhan
Di pasaran kini banyak dijumpai berbagai jenis proyektor digital dengan berbagai jenis teknologi dan karakteristik yang sangat bervariasi. Namun, untuk presentasi, orang kini cenderung memilih proyektor digital, karena selain kualitasnya mampu menampilkan gambar yang baik, bobotnya pun ringan, sehingga mudah dibawa.
Seberapa besar tingkat kecerahan proyektor yang Anda butuhkan?
Kecerahan (brightness) suatu proyektor biasanya diukur dalam satuan ANSI lumens. Proyektor-proyektor berteknologi LCD dan DLP kini hadir dalam berbagai ukuran dan tingkat kecerahan untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
Proyektor portabel
Proyektor ultra-portabel (dengan berat berkisar 1,5 – 2,5 kg) umumnya memiliki tingkat kecerahan 800 – 2000 lumens. Presentasi dengan tingkat pencahayaan ruangan yang rendah atau gelap sebaiknya Anda hindari, karena itu akan mengurangi interaksi visual dengan audiens Anda. Proyektor dengan kecerahan 800 lumens sudah cukup memadai untuk ruang dimana cahaya ambient (cahaya yang berasal dari sumber cahaya di luar proyektor) relatif kecil. Jumlah audiens juga menjadi pertimbangan dalam memilih tingkat kecerahan yang tepat. Audiens yang besar membutuhkan tingkat output lumens yang tinggi pula.
Pilihlah tingkat kecerahan:
- 800 lumens untuk presentasi di ruang gelap, tingkat cahaya ambient rendah
- 1000 lumens untuk ruang dengan tingkat cahaya ambient sedang
- 2000 lumens untuk ruang dengan tingkat cahaya ambient tinggi
Proyektor untuk Ruang Kelas/Auditorium
Biasanya, proyektor-proyektor dengan tingkat kecerahan tinggi, antara 2500 – 7000 lumens tidak begitu portabel. Dengan berat berkisar 6,5 – 15 kg, proyektor semacam ini cocok untuk ruang konferensi, ruang kelas dan pelatihan.
- 2500 lumens untuk audiens kurang dari seratus dengan cahaya ambient
- 3000 lumens untuk audiens 100 – 200 orang dengan cahaya ambient
- 5000 lumens untuk audiens lebih dari 100 orang atau lebih, cahaya ambient terang
Bagaimana Anda mendapatkan gambar terbaik?
Memilih tingkat resolusi
Cara tercepat dan termudah untuk menjawab bagaimana memperoleh gambar terbaik adalah dengan menyesuaikan resolusi proyektor Anda dengan resolusi komputer. Resolusi XGA kini lebih banyak menguasai pasar dibandingkan SVGA atau SXGA.
Patut diingat, menilai kualitas gambar tidak hanya dilihat dari resolusinya. Keseragaman (uniformity) tingkat kecerahan juga menjadi faktor yang patut dipertimbangkan. Uniformity adalah persentase kecerahan dari ujung ke ujung dan tepi ke tepi gambar Anda. Tingkat uniformity yang tinggi menunjukkan tingkat konsistensi gambar yang semakin baik. Pilihlah proyektor dengan tingkat uniformity 85 persen atau lebih.
Fitur-fitur proyektor yang perlu Dipertimbangkan
1. Plug and play. Sebagian besar proyektor portabel masa kini umumnya sudah plug-and-play, user friendly dan bisa di-setting dengan cepat. Pokoknya, yang Anda butuhkan di tempat presentasi hanyalah soket listrik. Tancapkan ke soket listrik, proyektor Anda pun siap digunakan.
2. Fitur-fitur tambahan. Perlu diingat bahwa ada fitur-fitur khusus yang mungkin bisa memenuhi kebutuhan spesifik Anda. Fitur-fitur yang bisa menjadi pertimbangan, antara lain:
- Memory card, yang dapat menggantikan peran notebook dalam menyimpan bahan presentasi.
- Nirkabel (wireless) untuk mempermudah set-up.
- Kemampuan networking untuk pengoperasian dari tempat lain yang berjauhan.
- Digital keystone correction, untuk meningkatkan fleksibilitas penempatan proyektor.
- Input video komponen untuk kualitas video yang lebih baik.
- Lens shift, untuk set-up yang lebih nyaman.
3LCD Eliminasi Efek Pelangi
Gambar yang jernih, seindah warna aslinya, detail yang jelas, atau video yang tampil seperti aslinya tentu akan lebih menarik untuk dinikmati. Teknologi 3LCD memungkinkan hal-hal tersebut, sekaligus mengeliminasi efek pelangi (rainbow effect) yang kerap dikeluhkan para pengguna proyektor LCD biasa.
Sama-sama menempelkan kata “LCD”, teknologi 3LCD bekerja dengan cara yang agak berbeda dengan LCD. Sesuai namanya, ada 3 chip pada teknologi 3LCD. Begini cara kerjanya. Sinar putih diproyeksikan sumber cahaya ke cermin-cermin dichroic yang bertugas memecah sinar menjadi warna-warna dasar, yakni merah, hijau, dan biru. Ketiga warna ini lantas diproses oleh 3 chip LCD, sebelum dilewatkan melalui prisma dichroic dan lensa. Bedanya dengan LCD? Hanya ada satu chip di proyektor LCD dan rotating color wheel yang diputar dengan sangat cepat. Yang terakhir ini menyebabkan terjadinya color break-up (pecah warna) dan berbuntut pada rainbow effect. Proyektor yang menggunakan teknologi 3LCD memiliki kelebihan dalam pencahayaan dan gambar yang alami sehingga lebih nyaman dilihat
Hal lain adalah debu. Proyektor – seperti juga berbagai perangkat elektronik lainnya – bagaikan magnet bagi debu. Arus listrik dan panas adalah kombinasi yang pas untuk memancing datangnya debu dan minyak. Tumpukan debu ini akan menjadi masalah serius ketika komponen utama mulai dihinggapinya. Untungnya 3LCD proyektor datang dengan filter udara yang mudah diganti-ganti (replaceable). Ketika permukaan filter udara – yang bertugas memerangkap kotoran – sudah kotor, pengguna bisa segera menggantinya tanpa harus repot bongkar-bongkar proyektor.
Konten high definition yang mulai “harum” belakangan ini menjadikan kualitas output sebagai hal penting dalam bisnis proyektor. Kalau selama ini pengguna tak punya petunjuk sama sekali tentang kualitas proyektor yang dipakainya, sekarang ada Color Light Output. Fasilitas ini adalah cara sederhana, mudah, tapi akurat untuk mengukur kualitas gambar yang dihasilkan sebuah proyektor. Menurut TFC Associates (sebuah perusahaan riset khusus proyektor), salah satu faktor penting dalam membeli proyektor adalah kualitas gambar.
Di Sadur dari: http://catur.dosen.akprind.ac.id/2009/03/03/tips-memilih-multimedia-proyektor/

.gif)

maksih infonya......bermanfaat bgt
ReplyDeletemakasi balik mas..
ReplyDeletesenang bisa sharing info
TRIMS ATAS INFORMASI PENTING INI...
ReplyDelete