Wednesday, 10 February 2010

Tips Memilih Durian di Pinggir Jalan

Untuk mengurangi perasaan tertipu ketika membeli durian, berikut ini disajikan beberapa panduan dalam memilih durian di pinggir jalan, walaupun tidak selalu tepat namun dapat dijadikan pegangan secara umum :

a. Pilih buah yang kelima juringnya terisi sempurna. Kalau ada juring yang kosong (tidak berisi daging buah), biasanya bentuk buah menjadi tidak simetris (melengkung), duri mengecil, dan mengumpul.

b. Periksa seluruh permukaan kulit buah, jangan sampai ada lubang bekas ulat. Biasanya lubang ini berukuran sebesar kepala jarum pentul, kulit di sekelilingnya menjadi kecoklatan, dan sering terdapat bekas kotoran ulat (kalau belum dibersihkan oleh si penjual). Jangan percaya kalau si penjual mengatakan : “Aah, ini nggak apa-apa, cuma luarnya saja kok!”, karena di dalamnya daging sudah habis dan ulatnya gemuk-gemuk!

c. Pilih bentuk buah yang bulat membola karena biasanya mempunyai daging buah yang lebih tebal daripada buah yang berbentuk bulat memanjang. Ini logis karena ruang untuk daging buah menjadi lebih lebar, dan pembengkakan ini menyebabkan kulitnya agak lebar.

d. Jangan membeli buah durian yang dibungkus dengan daun aren, karena daun tersebut dapat menyembunyikan bagian yang cacat atau mungkin ujung kulit buahnya ternyata sudah merekah, sehingga dagingnya sudah masuk angin.

e. Durian yang sudah masak biasanya beraroma tajam, terutama pada bagian ujung buah. Perhatikan agar kulit di ujung buah belum merekah, tapi sudah mengeluarkan aroma. Tetapi berhati-hati jugalah pada ulah penjual yang nakal, karena dapat saja durian mentah diciprati oleh air cucian tangan (kobokan) orang yang baru saja makan durian, sehingga durian mentah pun dapat beraroma semerbak.

f. Durian yang sudah masak juga bisa diketahui dari suara gema bila kulitnya dipukul menggunakan gagang (tangkai) pisau. Bila bunyinya “…bluk…bluk…bluk…” itu tandanya buah sudah masak betul. Sebaliknya bila bunyinya “…plek…plek…plek…” tandanya belum enak dimakan. Seorang penjual durian yang sudah ahli bahkan cukup menggarukkan kukunya di atas duri-duri tajam, dan dengan ketajaman telinganya sudah bisa “mendengar” mana durian yang masak dan mana yang masih mentah.

g. Tangkai buah yang dipotong dengan pisau menunjukkan bahwa buah dipetik sebelum masak (mengkal), sehingga baru enak dimakan setelah diperam selama 2-3 hari. Durian jatuhan mempunyai ciri ujung tangkai buah yang tidak rata karena lepas dari dahannya secara alami, berarti buah tersebut sudah enak untuk langsung dimakan.

h. Tebal tipisnya daging durian dapat juga ditebak dari ketebalan tangkai buahnya. Tangkai buah yang tebal dan pendek cenderung menghasilkan daging buah yang tebal, karena semakin besar diameter dan semakin pendek tangkai buahnya maka akan semakin cepat dan banyak karbohidrat masuk dari daun ke dalam buah, sehingga akhirnya daging buah menjadi lebih tebal. Sebaliknya, bila tangkai buah kurus dan panjang, maka daging buah yang dihasilkan cenderung tipis.

i. Untuk menentukan apakah ukuran biji besar atau kecil, angkatlah dua buah durian yang besarnya sama. bila salah satu terasa lebih ringan, maka isinya berbiji kecil, dan kemungkinan daging yang dapat dimakan lebih banyak.

j. Buah yang berduri kecil dan rapat cenderung berdaging lembek (kadar airnya tinggi), sedangkan buah yang berduri besar dan jarang akan berdaging lebih kering.

k. Warna daging buah agak sulit untuk ditebak dari penampilan luar buah durian. Tetapi ketika masih di pohonnya, coba tengok warna bagian belakang daunnya. Bagian atas daun jelas berwarna haijau, tetapi bagian belakangnya dapat berwarna keperakan atau keemasan. Daun yang keperakan biasanya menghasilkan buah berdaging putih, sedangkan daun yang keemasan akan berdaging buah kekuningan.

l. Jangan membeli buah yang berukuran terlalu besar (lebih dari 4 kg), karena seringkali daging buahnya masak tidak merata. Bagian tengah dan ujung sudah cukup empuk dan enak dimakan, tetapi bagian pangkalnya masih keras dan belum manis.

m. Bila satu buah contoh yang dibuka ternyata berkualitas baik, maka carilah buah dari varietas yang sama (berasal dari satu pohon), karena besar kemungkinan kualitasnya akan sama pula. Cirinya adalah warna kulit, bentuk duri, dan bentuk buah sama.

Tips Membeli dan Memasang Antena Parabola?

Bagaimana cara memasang Antenna Parabola atau Decoder Parabola dengan cara yang baik dan benar? Agar frekuensi sinyal yang kita dapatkan untuk menonton siaran TV atau sebagai peralatan interface internet dengan menggunakan Antenna Parabola atau Decoder Parabola baik? Berikut langkah-langkah yang perlu diperhatikan pada saat pemasangan antena parabola tersebut :
1. Posisi Parabola :
Letakkan Antenna Product parabola di bidang ( tempat terbuka ) tidak ada halangan ke langit bebas ( bebas dari rintangan seperti : pepohonan, gedung, dll ) serta datar. Untuk menentukan kedatarannya, bisa dengan cara menuang air ke baskom. Bila air penuh tepat lurus di bibir baskom berarti bidang cukup datar terhadap bumi. Bila posisi Antenna Decoder Parabola miring, gunakan papan yang diganjal untuk mendapatkan bidang yang datar.
2. Penentuan Posisi Parabola :
Buatlah garis vertikal dan horizontal pada Antenna Product parabola untuk membantu penentuan posisinya. Titik temu garis ini harus berada tepat di dasar Parabola Digital atau Digital Product Parabola ( gunakan gundu, tempat di mana gundu diam itulah titik dasar parabola ). Setelah digaris, berikan penanda empat arah mata angin seperti gambar berikut:
Arahkan piringan Antenna Decoder parabola ke arah mata angin menggunakan kompas yang diletakkan di dasar parabola ( yaitu titik pertemuan garis vertikal dan garis horizontal tersebut). Atur agar keempat arah mata angin itu sesuai dengan yang ditunjukkan di kompas.
3. Pemasangan LNBF :
Pasanglah LNBF pada bracket yang disediakan LNBF pada parabola. Untuk menentukan tinggi bracket yang tepat
4. Pengaturan Sinyal :
Jika antena Parabola Digital atau Digital Product Parabola sudah terpasang ( termasuk kabel-kabel konektornya ), kemudian aturlah agar sinyal diterima sebesar mungkin dengan mengkoreksi dudukan ( posisi ) piringan parabola. Kekuatan sinyal yang diperlukan >= 60% dan kualitas >= 70% dengan indikator warna hijau pada receiver yang artinya sudah cukup stabil menerima sinyal. Pada STB, gambar akan tampak baik bila sinyal ada di atas 60%, kualitas di atas 70% dan bar persentase menunjukkan warna hijau ( bisa berbeda di tiap STB

MEMILIH DAN MEMASANG ANTENA TV YANG EFEKTIF

Sering kita dibuat jengkel bila suatu saat sedang melihat suatu siaran TV tiba-tiba terganggu karena gambar atau suara siaran memudar penuh dengan semut. Hal ini terjadi terutama pada siaran TV yang menggunakan modulasi analog, misal pada siaran UHF atau VHF.
Memang kecenderungan perkembengan teknologi elektronika mengarah ke system digital ini ditandai dengan maraknya operator siaran TV berlangganan. Bahkan perusahaan telekomunikasi yang ada di Indonesia mulai mencoba memasarkan jasa siaran TV kabel melalui jalur layanan internet. Siaran TV satelite yang biasa masyarakat sebut siaran parabola juga menghasilkan gambar dan suara yang bagus, tapi untuk dapat menikmatinya paling tidak harus mengeluarkan dana 1,5 juta rupiah guna membeli seperangkat sattelite receiver, reflektor, feed horn dan rotater.
Tapi sampai saat ini Siaran TV (UHF dan VHF) analog masih menjadi favorit masyarakat karena lebih murah (gratis), dari sisi kualitas gambar dan suara tentu saja berbeda dengan system digital. Tapi ini bisa kita siasati dengan cara memaksimalkan RF TV yang kita terima dari pemancar ke antena, booster sehingga sampai TV mutu gambar dan suara lebih memadai.
Berikut trik-trik tersebut :
  1. Pilih antena deret (yagi) yang memiliki elemen lebih banyak atau panjang, karena dengan director yang panjang akan di peroleh gain atau penguatan lebih besar. Selain itu penembakan arah dari pemancar lebih tepat dan interferensi dari pantulan gedung bertingkat atau bukit lebih sedikit mempengaruhinya.
  2. Gunakan kabel coaxial 75 ohm yang memiliki loses daya kecil, biasanya jumlah serabut lebih tebal dan kawat konduktornya lebih besar. Harga per meternya tentu saja lebih mahal. sebagai contoh merk USA, KITANI.
  3. Untuk panjang kabel antara antena dan booster sebaiknya sekitar 1,5 meter tanpa adanya gulungan.

  4. Bila jarak pemancar agak dekat dan penguatan daya RF terlalu besar anda bisa mengurangi trimpot UHF Gain menjadi lebih kecil. Tapi bila jangkauanya jauh anda bisa atur pada posisi maksimal.
  5. Tinggi antena maksimal 15 meter jangan lebih.

  6. Pastikan seluruh konektor terhubung dengan sempurna dan benar(biasanya pengkabelan booster, antena di sertakan petunjuknya).
  7. .Gulungan sisa kabel secara tidak langsung juga menurunkan daya RF meskipun kecil.
  8. Yang paling akhir adalah menentukan arah antena yang tepat di mana pemancar berada, biasanya untuk penerimaan yang jauh dari pemancar sudut deviasi menjadi lebih kecil. Artinya sekelompok pemancar dari kota tertentu bila diterima dengan jarak yang agak jauh masing-masing pemancar berada pada arah antena yang sama.

Tips Memilih Router

Saat ini ada dua pilihan router yang umum tersedia di pasaran yaitu tipe wireless-G dan wireless-N. Akan tetapi, memilih router yang tepat untuk jaringan rumah bisa sangat membingungkan.

Pada dasarnya, ada dua jenis router, wired (yang menggunakan kabel) dan wireless (tanpa kabel). Wireless router mampu melakukan semua yang dapat dilakukan oleh wired router dengan biaya yang sama dan lebih fleksibel.

Wireless router menggunakan gelombang radio untuk berkomunikasi, sama halnya dengan telepon selular dan perangkat dua arah lainnya. Dengan wireless router, Anda dapat menghubungkan komputer, printer, dan perangkat lain di rumah tanpa perlu menggunakan kabel. Wireless router juga dapat berfungsi seperti wired router. Anda bisa langsung terhubung dengan sampai empat perangkat, sembari tetap terhubung secara nirkabel dengan perangkat lainnya.

Sekarang, sebelum Anda membeli wireless router, Anda perlu tahu beberapa hal. Yang paling penting adalah bagaimana Anda akan memfungsikan jaringan rumah Anda. Apakah Anda akan menggunakannya untuk menjelajah internet? Berbagi foto dan memeriksa email? Atau Anda ingin streaming video dan film? Atau bermain video game? Apakah mencetak dokumen secara nirkabel dan membackup komputer penting bagi Anda? Tentu Saja! Dan jangan lupa berpikir untuk ke depannya nanti. Mungkin sekarang Anda hanya perlu untuk memeriksa email, tapi mungkin suatu hari nanti Anda dan anggota keluarga lainnya ingin mengunduh film dari internet atau bermain video game secara online.

Berikutnya, apa saja yang ingin Anda hubungkan ke jaringan Anda? Anda mungkin memiliki beberapa komputer atau sebuah printer nirkabel dan mungkin sebuah kamera nirkabel. Bagaimana dengan perangkat storage? Mungkin Anda punya media center extender agar Anda dapat menyaksikan video internet di TV atau perangkat home theatre Anda.

Anda juga perlu mempertimbangkan konstruksi bangunan rumah. Kebanyakan tipe bahan bangunan tidak akan mengganggu sinyal wireless router Anda. Beberapa bahan bangunan lain seperti batu bata, beton, dan metal dapat mengurangi kekuatan sinyal dan mengakibatkan “dead spot,” seperti yang dialami oleh telepon selular.

Sekarang Anda sudah siap untuk menentukan wireless router yang tepat untuk Anda. Router wireless-G cocok untuk jaringan dasar di rumah atau apartemen yang kecil, seperti berbagi koneksi internet, memeriksa email, atau berbagi sebuah pinter untuk beberapa komputer.

Tetapi untuk rumah yang lebih besar, dengan lebih banyak pengguna dan aktivitas yang menggunakan internet, penggunaan router wireless-N lebih tepat. Router wireless-N menawarkan kecepatan dan jangkauan yang lebih baik daripada wireless-G serta mengurangi “dead spot.” Router wireless-N backward compatible dengan wireless-G. Jadi Anda tetap dapat terhubung dengan perangkat nirkabel lain dengan kecepatan yang maksimal, contohnya, kamera atau printer wireless-G.

Tips Memilih AC

1. Kapasitas AC. Perhatikan kapasitas sebuah AC yang tercantum dalam BTUH (British Thermal Unit Per Hours). Satuan BTUH tersebut menentukan kapasitas sebuah AC menarik/menyerap panas dalam satu jam. Karena pada dasarnya AC bekerja dengan cara menarik panas dari ruangan dan bukan mendinginkannya, jadi sebutan yang tepat untuk AC adalah penyerap panas, bukan pendingin ruangan.

2. Hitung daya kapasitasnya. Misalnya AC dalam ruangan kamar tidur 1 PK merk X mempunyai kapasitas 10.000 btu/h dan power consumption 1.200 watt. Menurut konversi unit satuan 1 PK = 2.544 btu/h = 746 watt.

3. Tentukan merk AC dan jangan tergiur dengan harga yang murah. Di pasaran, Anda akan menemukan AC 1/2 PK merek tertentu yang konsumsi dayanya hanya 340 watt, sementara AC 1/2 PK merk lain konsumsi dayanya 800 watt. Misalnya AC 1/2 PK merk A konsumsi dayanya 355 watt dengan harga beli Rp 2.400.000,-, sedangkan AC merk B konsumsi dayanya 800 watt dengan harga beli Rp 2.000.000,- dan dua-duanya memilki kapasitas yang sama yaitu 5000 btu/h. Bila hanya dengan melihat harganya, Anda tentu akan memilih AC merk B yang harganya lebih murah. Namun kalau Anda mau sedikit beruntung, selisih daya 800W-355W = 445 Watt, harus Anda bayat mahal setiap bulannya. Kalau kita asumsikan sehari AC dihidupkan 8 jam dan harga per kWh PLN = Rp 600 maka per harinya Anda sudah membayar 0.445 kWh x 8 jam x RP 600,- = Rp 2.136 lebih mahal. Dengan demikian dalam sebulan Anda harus membayar dengan selisih 30x Rp 2.136 = Rp 64.080,- lebih mahal.

4. Perhatikan Letak Pemasangan AC. Sehu udara yang dikeluarkan oleh AC akan sangat tergantung dari panas ruangan. Faktor yang mempengaruhi panas ruangan antara lain luas ruangan, luas dinding, bahan pembuat dinding, jumlah lampu, jumlah penghuni ruangan, arah kedatangan sinar matahari dsb.

5. Memilih jenis AC. Berdasarkan jenisnya ada 4 jenis AC yang sering dipergunakan pada rumah tangga yatiu split, window, cassette dan Standing AC. 1) Jenis AC Split memisahkan bagian ‘ruang dalam’ (indoor) dengan ‘ruang luar’ (outdoor). Noise yang dihasilkan ketika pendingin bekerja menjadi lebih lembut karena letaknya yang terpisah. Cocok untuk ruangan yang membutuhkan ketenangan, seperti ruang tidur, ruang kerja atau perpustakaan. 2) Jenis AC Window, biasanya meletakkan posisi indoor dan outdoor bersatu dalam sisi yang berlawanan. Biasanya dipilih karena pertimbangan keterbatasan ruangan, sepreti pada rumah susun. Dan oleh karena bentuknya yang biasanya besar, jenis AC ini relatif lebih aman dari pencurian. 3) AC jenis Cassette, cenderung lebih sulit dalam pemasangannya. Biasanya cocok untuk dipasang di sebuah gedung bertingkat (berlantai banyak). 4) Standing AC. Jenis AC ini cocok dipergunakan untuk kegiatan-kegiatan situasional dan mobile karena fungsinya yang mudah dipindahkan, seperti seminar, pengajian outdoor dsb.

Sunday, 18 October 2009

Hal -hal yang jangan dilakukan setelah makan

MEROKOK

for Pic:

Coba Anda bayangkan! Merokok saja sudah merusak tubuh apalagi jika hal ini. Anda lakukan setelah makan.
Berdasarkan penelitian, mengisap satu batang rokok setelah makan sama saja dengan merokok sepuluh batang. Sehingga, kemungkinan terserang kanker jauh lebih besar.
MAKAN BUAH

for Pic:

Selama ini orang salah persepsi tentang hal yang satu ini. Kebanyakan orang makan buah setelah dianggap sebagai tradisi dan mereka meyakini buah sebagai hidangan pencuci mulut.
Padahal, mengkonsumsi buah setelah akan membuat perut dipenuhi udara alias kembung.
Tapi bukan berarti Anda tidak boleh siasati. Nah, cobalah Anda mengonsumsi buah dengan jeda waktu 1-2 jam setelah makan.
Dan jangan Anda mengonsumsi buah satu jam sebelum makan, ini akan membuat perut Anda kenyang dan makan tidak terlalu banyak.
MINUM TEH

for Pic:

Berdasarkan penelitian, daun teh memiliki kandungan asam yang tinggi. Hal ini menyebabkan kendungan protein dalam makanan sulit dicerna.
Selain hal itu, minum teh setelah makan dapat menyebabkan hambatan terhadap penyerapan zat dalam tubuh hingga 80 persen.
Padahal, seperti yang kita ketahui, zat besi sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan kualitas tubuh manusia.
MENGENDURKAN IKAT PINGGANG
for Pic:

Nah ini dia nih kebnyakan buat para Pemilik Perut Besar (PPB)
Ini hal yang sepele tapi seringkali dilakukan. Mungkin maksud Anda supaya makanan yang masuk bisa lebih banyak dan Anda tidak merasa begah.
Karena itu, Anda mengendurkan ikat pinggang. Tahukah Anda? Mengendurkan ikat pinggang dapat menyebabkan usus terbelit dan terblokir.
MANDI

for Pic:

Walaupun tidak banyak orang yang melakukan, terkadang ada saja yang berpikir untuk melakukan mandi selepas makan.
Pada pagi hari kebanyakan orang lebih memilih makan dulu daripada mandi dengan alasan setelah makan pasti perut menjadi penuh dan hasrat ingin buang hajat lebih besar.
Sehingga Anda berpikir untuk mandi sekalian BAB.
Padahal, mandi yang dilakukan setelah makan akan menaikkan aliran darah ke tangan, kaki dan
badan yang menyebabkan jumlah darah sekitar perut akan terus berkurang. Hal ini akan melemahkan sistem pencernaan di dalam perut.
BERJALAN-JALAN

for Pic:

Satu lagi yang benar-benar harus Anda hindari. Pernahkah Anda mendengar cerita bahwa orang yang sedang mengikuti lomba gerak jalan maupun lari marathon tiba-tiba saja muntah ditengah jalan?
Ya, itu adalah salah satu alasan mengapa Anda tidak boleh langsung berjalan apalagi lari setelah makan.
Berjalan akan menyebabkan sistem pencernaan tidak mampu menyerap nutrisi dari makanan yang telah Anda makan.
LANGSUNG TIDUR

for Pic:

waduh ini dia nih Satu hal yang paling sulit untuk dihindari adalah rasa kantuk setelah makan.
Apalagi jika makanan yang baru saja dikonsumsi sangat memuaskan perut dalam artian sangat mengenyangkan. Namun, cobalah untuk tidak mengikuti rasa kantuk Anda.
Tidur setelah makan membuat makanan tidak dapat dicerna secara baik. Akibatnya, usus mengalami kembung dan terjadi peradangan.
MINUM AIR DINGIN

for Pic:

Hal terakhir ini yang banyak tidak disadari oleh masyarakat adalah minum air dingin. Suhu dingin akibat es yang berkondesasi dengan air dapat membekukan makanan,terutama yang mengandung minyak (lemak akan terbekukan).
Hingga pada akhirnya lemak itu bisa tertimbun dalam usus dan mengakibatkan penyempitan saluran-saluran pencernaan dan berujung pada kegemukan. Nah, untuk itu mulai saat ini cobalah ganti air es yang biasa Anda minum dengan minum air hangat.

Gedung Paling Berkilau Di Dunia

Perpustakaan Nasional Belarusia
Gedung Perpustakaan Nasional berbentuk intan dan berlantai 23 di Belarusia yang dibangun pada tahun 2006 di Minks.
Setiap panel dari total 24 panel menutupi kaca-kacanya, pada malam hari perpustakaan ini berubah menjadi seperti layar video yang menakjubkan dengan 4646 total LED pengubah warna yang ditanamkan dikaca-kacanya.


Pembangkit Tenaga Listrik Electrabel
Pada bulan Desember 2005 pembangkit tenaga listrik Electrabel di Drogenbos, Belgia di “makeover” oleh sebuah perusahaan yang bernama Magic Monkey .8032 buah individual RGB LED Pixel yang dapat diatur dipasang ke menara pendingin.
Masing-masing dengan kemampuan untuk mengubah warna sampai 30 kali per detik, efeknya tentu saja luar biasa dan pasti itu yang pertama untuk jenis bangunan seperti ini


Menara Agbar
Menara Agbar di Barcelona, a.k.a. “El Supositori” adalah gedung pencakar langit yang luar biasa di Barcelona, berbentuk menyerupai sebuah roket yang ingin mendarat atau ingin terbang karena kayanya cahaya di dindingnya.
Bangunan mempunyai 4500 lampu LED yang menyelubungi gedung dan setiap malam mengelarkan pertunjukan cahaya yang menakjubkan.